Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts
Monday, April 11, 2016

Apa Saja Sih Genre yang terdapat di Novel?

Macem-macam Genre Novel

Bagi yang belum tahu, banyak sekali genre dalam novel. Apa itu genre? Genre itu seperti topik utama. Cinta, horor, misteri, nah kali ini saya akan mencoba membahas secara singkat namun lengkap. Sehingga kamu yang ingin mencoba menulis novel akan paham genre apa nih yang akan kamu buat. Satu lagi, dalam satu buku novel biasanya dikategorikan lebih dari satu genre. Semisal di novel horor itu terdapat genre misterinya, thrillernya, dan romantisnya juga. Kompleks memang dan terdengar sulit dibuat. Tapi tidak demikian kok. Karena dalam novel konfliknya harus lebih dari satu dan juga banyak hal tidak terduga. Sehingga satu novel memiliki genre lebih dari satu itu hal yang wajar. Berikut genre novel yang ada.

  1. Drama. Biasanya cerita dalam novel ini menganduk konflik yang banyak sekali dialognya.
  2. Klasik. Sudah jelas novel ini adalah novel klasik yang diajarkan di sekolah-sekolah. Jika membuat novel klasik maka rujukannya adalah novel sastra di era tahun 1960-1980an atau bisa lebih tua dari itu.
  3. Graphic Novel. Novel ini mengandung unsur gambar. Biasanya ada adegan yang seperti komik. Hanya saja sebagian besar isinya tentu berupa tulisan. Masih ditemui di Lite Novel di Jepang.
  4. Kriminal. Biasanya seputar kasus pembunuhan, detektif dan kepolisisan.
  5. Fable. Novel ini seperti novel untuk anak-anak yang mana narasinya, tokohnya berupa binatang dengan nasihat dan pesan untuk kebaikan.
  6. Fairy Tale. Novel ini biasanya lebih ringan karena dibuat untuk anak-anak. Mengandung unsur magis, sihir, dan supranatural.
  7. Fan Fiction. Novel ini biasanya berdasarkan cerita dari televisi. Tokohnya dan latarnya mengambil dari sinetron televisi atau film. Hanya saja berbeda ceritanya.
  8. Fantasi. Mirip dengan fairy tale hanya saja lebih kompleks konfliknya serta lebih rumit penggambaran dunia latarnya. Seperti Harry Potter termasuk fantasi. Atau anime dari Jepang.
  9. Folklore. Novel ini mengambil tema berupa isu atau kabar burung dari orang-orang di daerah tertentu. Semisal legenda karena tidak memiliki catatan sejarah yang pasti.
  10. Historical Fiction. Novel ini mengambil latar belakang sejarah tertentu namun berbeda cerita dengan sejarah aslinya.
  11. Horror. Novel dengan cerita yang bertujuan membangkitkan rasa takut pembacanya. Cerita hantu dan makhluh halus atau kematian seseorang karena supranatural.
  12. Humor. Novel dengan cerita yang bertujuan untuk membuat pembaca tertawa. Sudah jelas kan ini seperti novel Raditya Dika.
  13. Legenda. Mirip seperti Folklore hanya saja benar-benar dituliskan mirip seperti cerita legenda yang beredar.
  14. Magical Realism. Novel yang menceritakan hal-hal tidak nyata yang berada di dunia nyata. Semisal tentang alien yang hidup bersama dengan manusia. Atau kucing yang bisa bicara dengan manusia. Atau hal-hal magis lainnya. Harry Potter bisa masuk juga pada hal ini. Karena sihir yang dipakai bisa juga digunakan bukan di dunia sihir.
  15. MetaFiction. Novel ini mengandung unsur romantis namun juga ironi. Seperti bad ending romantis. Biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga pembaca merasa dirinyalah yang menjalani perjalanan romantis dan ironi tersebut.
  16. Misteri. mirip dengan kriminal diatas, namun juga mengungkapkan misteri tersembunyi tertentu. Sehingga lebih banyak hal yang disembunyikan di Novel ini pada bab-bab awal.
  17. Mitologi. Novel yang menceritakan kisah para dewa, orang suci, namun dengan alur cerita yang lain yang jelas berbeda dari legenda.
  18. Mitopoia. Novel ini menceritakan tokoh dari mitologi agama, cerita rakyat, yang disusun ulang dan disesuaikan dengan cerita yang ditulis oleh penulisnya.
  19. Realistic Fiction. Novel yang berdasarkan kisah nyata. Namun baik nama dan tempat disamarkan. Ceritanya benar-benar berdasarkan kisah nyata.
  20. Science Fiction. Novel yang mengandung unsur ilmu pengetahuan sebagai bahan penguat cerita.
  21. Short Story. Bukan termasuk novel karena cerita pendek. Tapi bisa dikembangkan menjadi sebuah novel.
  22. Thriller/Suspense. Novel yang menceritakan tokoh utama selalu mengalami kesialan atau terancam bahaya. Mirip dengan kriminal atau misteri hanya saja tokoh utamanyalah yang selalu menghadapi bahaya.
  23. Tall Tale. Novel yang berisi cerita humor namun kekonyolan dilakukan oleh tokoh utama. Mirip dengan novel Raditya dika.
  24. Western. Novel yang latar belakangnya berupa era dunia amerika zaman dahulu. Seperti cerita koboi atau indian.
Nah, genre diatas adalah genre secara garis besarnya saja. Tentu disetiap negara memiliki genre yang berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Tidak disetiap genre diatas dimiliki oleh suatu negara. Di Indonesia tentu western tidaklah diperlukan. Oh, masih banyak lagi, bahkan ada sekitar 35 genre novel lagi yang belum disebutkan diatas. Kamu bisa melihatnya di DayliWritingTips. Seperti genre romantic comedy, melodrama, dan adventure fiction. Apapun genrenya, kamu pahami dulu dan carilah referensinya. Agar kamu bisa menulis novelmu nanti tidak berhenti di tengah jalan karena bingung genrenya apa atau tidak merubah alur cerita karena genrenya juga berubah.
Friday, April 8, 2016

Yakin Langsung Menulis Novel? Cerpen Dulu Saja

tulislah cerpen sebelum novel

Banyak pemula yang dalam menulis terlalu tergesa-gesa. Sangat yakin dirinya bisa menulis novel padahal belum punya pengalaman yang cukup. Keyakinan itu penting dan wajib. Namun untuk menambah kualitas tulisan dan menghindari dari kesia-siaan waktu dan tenaga, setiap penulis menulis dari yang sederhana terlebih dahulu. Sebelum menulis novel alangkah baiknya untuk menulis cerpen.

Menurut HuffingtonPost, salah satu tips sukses menulis cerpen adalah tidak lebih dari 3500 kata. Menulis novel bisa sampai 20.000-25.000 kata. Sedangkan menulis cerpen sebagai media belajar penting karena kita belajar untuk tidak kehilangan momen dari cerita yang kita tulis. Kamu pasti pernah mendengar atau membaca novel yang tiba-tiba di tengah jalan kamu kehilangan minat untuk melanjutkannya. Ceritanya tiba-tiba terlalu datar dan mudah ditebak alurnya. Rugi kan jika akhirnya novelmu terbit tapi gagal best seller karena banyak orang yang menceritakan bukumu itu jelek.

Bagi saya, cerpen itu 3-7 halaman. Minimal 900 kata sampai 2700 kata. Terlalu banyak bisa hilang kesempatan untuk membuat orang tetap membaca. Kita belajar menulis padat dan ketat. Sehingga kita bisa menyampaikan maksud dari cerita kita pada para pembaca itu seperti apa. Jelas intinya, tidak bertele-tele tetapi tetap mengena di hati pembaca. Sebagian penulis pemula menghindari menulis cerpen lantaran mereka tidak ingin membuang-buang waktu. Padahal cerpen dengan 3-7 halaman dapat di tulis tidak sampai 3-5 jam dalam sehari.

Saya sendiri memilih untuk menulis cerpen 900 kata. Atau jika masih ada informasi yang perlu ditambahkan menjadi 1800 kata. Tokoh utama dengan tokoh pendamping konfliknya jelas. Alurnya enak dibaca karena tidak banyak kata yang diulang (boros kata). Dan juga dapat dibuat surprise endingnya. Kelebihan menulis cerpen adalah mengasah kemampuan menulismu untuk memberikan alur yang tegas, tidak kendor, tidak juga melebar kemana-mana. Membuatmu paham pentingnya prolog, klimaks, anti-klimaks, dan ending. Membuatmu paham bahwa dari cerpen pun, kamu bisa mengembangkannya menjadi novel.

Selain itu mencegahmu dari rasa bosan terlalu cepat karena ceritamu tidak kunjung usai. Saya punya pengalaman buruk bahwa menulis novel tidak jadi dan tidak selesai karena saya sendiri merasa tulisan saya sudah kehilangan alurnya. Di halaman ke 60 atau 80 sudah merasa jenuh, tapi belum sampai penyelesaian dari cerita. Rugi akhirnya. Sehingga belajar menulis cerpen membantumu untuk bisa menulis banyak cerita dari ide yang berbeda-beda. Coba ke storial.co, lalu kamu cari kategori cerita pendek. Ada hampir 600 cerita pendek dan bagus-bagus untuk dibaca. Bisa jadi referensimu dan juga membuatmu segera action menulis.

Saya sendiri sudah menulis cerita pendek di storial.co, berjudul Rusuk yang Hilang. Dibaca lebih dari 1600 pembaca. Sehingga saya yakin untuk mengembangkan cerita pendek itu ke dalam bentuk novel yang lebih panjang dan konflik yang lebih rumit. Tidak ada salahnya mencoba cerpen kan? Bahkan jika kamu ingin bersastra ria, kamu bisa juga berpuisi. Sama-sama menariknya. Jika cerpenmu sudah terkumpul banyak bisa kamu satukan semua menjadi satu draf naskah. Antologi cerpen namanya. Jika cerpenmu terdiri dari 5 halaman, kamu bisa mengumpulkan 16 cerpen untuk menjadi satu buku. Tidak banyak loh. Satu bulan kamu bisa membuat satu buku. Mudah kan? Silahkan mencoba. Oia, tips membuat cerpen akan saya bahas di artikel selanjutnya.