Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Sunday, April 10, 2016

Menulis Cerpen dengan 3 Kata Ajaib

Menulis Cerpen dengan 3 Kata Ajaib

Artikel yang lalu dari saya membahas bahwa sebelum menulis novel, tulislah dulu cerpen. Semakin banyak menulis cerpen maka semakin baik alur cerita, konflik, tokoh yang kamu buat. Lalu rasanya kok kamu belum menulis cerpenmu juga ya? Hehe, sabar. Disini saya akan membahas apa yang telah saya pelajari mengenai menulis cerpen yang cukup mudah diikuti oleh siapapun. Apalagi bagi kamu yang suka membaca buku, baik fiksi atau non-fiksi, menonton film atau kartun, maka cara ini cukup ampuh untukmu. Langsung saja yaitu kita memulai menulis dengan tiga kata ajaib yang tidak saling berkaitan satu sama lain. Cara ini dipopulerkan oleh A.S. Laksana. Saya hanya menceritakan cara ini karena kamu bisa membeli buku karya beliau berjudul Creative Writing yang diterbitkan oleh Gagas Media. Langsung saja yuk.

Coba lihat gambar di atas. Ada tiga benda yang bisa kita lihat. Yaitu kaca mata, cangkir kopi, dan laptop. Dari ketiga kata tersebut kita bisa menciptakan satu paragraf pembuka untuk cerpenmu menjadi lebih menarik dan tidak biasa. Seperti nasihat yang diberikan oleh A.S. Laksana bahwa banyak penulis pemula memulai kesalahan umum pada kalimat pembuka cerita mereka atau pada paragraf pertama. Kesalahan itu seperti, "Pada suatu hari," atau "Matahari tampak terik siang ini, aku berjalan gontai menuju ke rumah" adalah kalimat pembuka umum yang sudah tidak lagi menarik untuk dibaca oleh siapapun. Dengan menentukan tiga kata acak yang tidak berhubungan sama sekali maka kita bisa menciptakan kalimat baru atau paragraf baru yang lebih segar.

Letakkan kaca mata sebagai kata awal paragraf. Cangkir kopi berada di tengah paragraf. Sedangkan laptop di akhir paragraf. Silahkan melihat contoh paragraf yang sudah saya buat di bawah ini.

Kaca matanya turun sebelah, lensanya retak, nafasnya memburu berkejaran. Andy bertahan setengah berdiri setelah badannya remuk redam dihajar oleh teman-temannya sekolahnya. Goresan, lecet, bercak darah menghiasi wajahnya. Sekuat tenaga melayangkan kepalan tangan ke salah satu lawan, tidak mengenai sasaran.
 "Ngaku aja, elu kan yang naruh racun itu di cangkir kopi Rahman?" tepatnya bukan racun, hanya obat pencahar perut.
Andy tetap diam, mencoba bertahan. Ada sesal menyeruak di pikirannya kali ini. Jika saja tidak dilihatnya pesan pagi tadi dari Facebook di laptopnya, dia tidak akan berakhir mengenaskan seperti ini. Kini tiap detik begitu berharga baginya.
Bagaimana? Cukup menarik bukan? Bahkan saya juga tidak menyangkan jika awal cerita diatas menjadi sebuah cerita bertopik thriller atau mencekam. Tentu selebihnya bisa dikembangkan menjadi cerita romantis kriminal atau malah ke arah fantasi dan horor. Bisa juga menjadi cerita slice of life tentang persahabatan semasa sekolah. Apapun yang akan terjadi setelah awal paragraf diatas tidak ada yang tahu kecuali saya sendiri. Begitu pun juga dirimu akan merasa tertarik untuk terus membacanya hingga akhir karena paragraf pembukanya tidak kamu sangka-sangka.

Tiga kata ajaib ini bisa lahir dari mana saja. Lihat sekelilingmu ada benda apa saja, lalu ciptakan saja cerita menarik dari tiga kata benda yang sudah kamu temukan. Kamu juga bisa melihat foto-foto atau wallpaper di website atau sosial media untuk mendukung ceritamu. Bebas. Inilah menariknya menulis cerpen. Kerjakan tidak lebih dari 30 menit dan setiap hari buatlah satu cerpen dengan panjang halaman tidak lebih dari 5 halaman. Maka setelah 30 hari jangan heran kamu akan memiliki cerpen sebanyak 30 yang bisa kamu print sendiri dan kamu bagikan ke teman-teman kamu.

Ini masih sederhana. Karena dengan membuat banyak cerpen bisa saja kamu nantinya menemui jalan buntu juga. Semisal cerita di cerpen pertama mirip dengan cerpenmu ke 50. Berarti kamu harus riset juga kan? Coba baca lagi artikel saya mengenai riset untuk menulis. Jika riset pun sudah, cerpen pun juga sudah dibuat banyak, kelompokkan berdasarkan topiknya. Bisa jadi saat ada lomba menulis cerpen kamu tinggal memilih cerpen mana yang akan kamu kirim. Bisa jadi juga dari cerpen diatas buatlah cerita bersambung. Nantinya bisa jadi novel juga kan? Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Yups, cukup disitu saja cerita saya dan pembahasan mengenai cerpen dengan tiga kata ajaib itu. Coba buat sekarang juga. Tidak lama. 30 menit selesai. Nikmati hasilnya.
Friday, April 8, 2016

Yakin Langsung Menulis Novel? Cerpen Dulu Saja

tulislah cerpen sebelum novel

Banyak pemula yang dalam menulis terlalu tergesa-gesa. Sangat yakin dirinya bisa menulis novel padahal belum punya pengalaman yang cukup. Keyakinan itu penting dan wajib. Namun untuk menambah kualitas tulisan dan menghindari dari kesia-siaan waktu dan tenaga, setiap penulis menulis dari yang sederhana terlebih dahulu. Sebelum menulis novel alangkah baiknya untuk menulis cerpen.

Menurut HuffingtonPost, salah satu tips sukses menulis cerpen adalah tidak lebih dari 3500 kata. Menulis novel bisa sampai 20.000-25.000 kata. Sedangkan menulis cerpen sebagai media belajar penting karena kita belajar untuk tidak kehilangan momen dari cerita yang kita tulis. Kamu pasti pernah mendengar atau membaca novel yang tiba-tiba di tengah jalan kamu kehilangan minat untuk melanjutkannya. Ceritanya tiba-tiba terlalu datar dan mudah ditebak alurnya. Rugi kan jika akhirnya novelmu terbit tapi gagal best seller karena banyak orang yang menceritakan bukumu itu jelek.

Bagi saya, cerpen itu 3-7 halaman. Minimal 900 kata sampai 2700 kata. Terlalu banyak bisa hilang kesempatan untuk membuat orang tetap membaca. Kita belajar menulis padat dan ketat. Sehingga kita bisa menyampaikan maksud dari cerita kita pada para pembaca itu seperti apa. Jelas intinya, tidak bertele-tele tetapi tetap mengena di hati pembaca. Sebagian penulis pemula menghindari menulis cerpen lantaran mereka tidak ingin membuang-buang waktu. Padahal cerpen dengan 3-7 halaman dapat di tulis tidak sampai 3-5 jam dalam sehari.

Saya sendiri memilih untuk menulis cerpen 900 kata. Atau jika masih ada informasi yang perlu ditambahkan menjadi 1800 kata. Tokoh utama dengan tokoh pendamping konfliknya jelas. Alurnya enak dibaca karena tidak banyak kata yang diulang (boros kata). Dan juga dapat dibuat surprise endingnya. Kelebihan menulis cerpen adalah mengasah kemampuan menulismu untuk memberikan alur yang tegas, tidak kendor, tidak juga melebar kemana-mana. Membuatmu paham pentingnya prolog, klimaks, anti-klimaks, dan ending. Membuatmu paham bahwa dari cerpen pun, kamu bisa mengembangkannya menjadi novel.

Selain itu mencegahmu dari rasa bosan terlalu cepat karena ceritamu tidak kunjung usai. Saya punya pengalaman buruk bahwa menulis novel tidak jadi dan tidak selesai karena saya sendiri merasa tulisan saya sudah kehilangan alurnya. Di halaman ke 60 atau 80 sudah merasa jenuh, tapi belum sampai penyelesaian dari cerita. Rugi akhirnya. Sehingga belajar menulis cerpen membantumu untuk bisa menulis banyak cerita dari ide yang berbeda-beda. Coba ke storial.co, lalu kamu cari kategori cerita pendek. Ada hampir 600 cerita pendek dan bagus-bagus untuk dibaca. Bisa jadi referensimu dan juga membuatmu segera action menulis.

Saya sendiri sudah menulis cerita pendek di storial.co, berjudul Rusuk yang Hilang. Dibaca lebih dari 1600 pembaca. Sehingga saya yakin untuk mengembangkan cerita pendek itu ke dalam bentuk novel yang lebih panjang dan konflik yang lebih rumit. Tidak ada salahnya mencoba cerpen kan? Bahkan jika kamu ingin bersastra ria, kamu bisa juga berpuisi. Sama-sama menariknya. Jika cerpenmu sudah terkumpul banyak bisa kamu satukan semua menjadi satu draf naskah. Antologi cerpen namanya. Jika cerpenmu terdiri dari 5 halaman, kamu bisa mengumpulkan 16 cerpen untuk menjadi satu buku. Tidak banyak loh. Satu bulan kamu bisa membuat satu buku. Mudah kan? Silahkan mencoba. Oia, tips membuat cerpen akan saya bahas di artikel selanjutnya.